1.
Pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Jantung
Langkah
pertama adalah konsultasi ke dokter spesialis jantung. Dokter akan menggali
riwayat kesehatan dan gejala yang Anda rasakan melalui pertanyaan terarah.
Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya tanda-tanda
penyakit jantung.
2.
Pemeriksaan Darah di Laboratorium
Pemeriksaan
darah bertujuan untuk melihat faktor risiko penyakit jantung seperti kadar
kolesterol, gula darah, tanda-tanda prediabetes, risiko serangan jantung atau
gagal jantung
3. Rekam
Jantung (Elektrokardiografi / EKG)
Pemeriksaan
EKG berguna untuk melihat aktivitas listrik dan irama jantung. Dari hasil EKG,
dokter dapat mendeteksi gangguan irama jantung, gangguan otot jantung dan
ketidakseimbangan elektrolit
4. USG
Jantung (Ekokardiografi)
Melalui
ekokardiografi, dokter dapat melihat struktur dan fungsi jantung, seperti, kelainan
katup jantung, penyakit jantung bawaan dan fungsi pompa jantung.
5. Uji
Latih Jantung (Treadmill Stress Test)
Dalam
pemeriksaan ini, pasien diminta berjalan atau berlari di atas treadmill dengan
menggunakan alat EKG. Tujuannya adalah untuk mendeteksi lebih sensitif dan
spesifik adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung
6.
Pemeriksaan Lanjutan
Jika
diperlukan, dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti CT scan
jantung, MRI jantung, dan Kateterisasi jantung (cathlab). Pemeriksaan ini
dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap dan akurat mengenai kondisi
jantung.
dr.
Charles Krisnanda, Sp.JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah
berpesan “Melalui pemeriksaan jantung sejak dini, kita bisa mengetahui kondisi
kesehatan jantung dan melakukan tindakan pencegahan lebih awal.” Jangan tunggu munculnya
gejala berat! Jika Sahabat Harbun memiliki faktor risiko seperti darah tinggi,
kolesterol, diabetes, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung dalam
keluarga, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis jantung.
Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.
Charles Krisnanda, Sp.JP, FIHA (Dokter
Spesialis Jantung & Pembuluh Darah)
Senin, Kamis, Sabtu : 15.00 – 17.00
Rabu : 11.00 – 13.00 (Sesuai Perjanian)
Informasi
selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :
Call Center :
08001503363
Whatsapp :
085381338887
Telegram : @rshblampung_bot
Facebook Messenger : @rshblamteng
Chat Web :
rshb-lampung.co.id
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Bekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.
BacaUlkus mata adalah luka yang terjadi pada permukaan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan bola mata. Meskipun tampak sepele, kondisi ini tergolong serius karena bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan.
BacaDiabetes melitus atau kencing manis bukan hanya soal gula darah tinggi saja. Penyakit ini juga menyimpan ancaman serius yang jarang disadari banyak orang. Ya, diabetes bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bahkan berujung pada kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sejak dini
BacaStroke bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan kondisi keluarga pasien. Meskipun fase kritis stroke telah berlalu, banyak pasien yang tetap mengalami kesulitan untuk berjalan, makan, atau bergerak, terutama jika pasien adalah tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, rehabilitasi medik menjadi langkah penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi tubuhnya.
BacaMasalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.
BacaPuasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.
Baca