Kehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.
Ada beberapa alasan ibu hamil (bumil) kehilangan nafsu makan. Antara lain disebabkan oleh “perubahan hormon yang sedang tinggi tingginya ya itu hormon HCG, dan hormon ini biasanya akan memuncak di usia kandungan 12-14 minggu. Ini yg menyebabkan ibu hamil di usia kandungan ini sering mual dan susah untuk makan,” dr. Bayu Maulana, Sp. OG spesialis kandungan Rumah Sakit Harapan Bunda.
Setidaknya ada lima cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hilangnya nafsu makan saat hamil, yaitu:
Berbagai cara di atas dapat Bumil lakukan untuk membantu mengembalikan nafsu makan. Selain itu, Bumil juga sebaiknya mengurangi stres agar tidak kehilangan nafsu makan. Bila berat badan terus turun, ada kemungkinan Bumil mengalami gangguan kesehatan serius, seperti hiperemesis gravidarum atau gangguan tiroid. Oleh karena itu, jika Bumil terus kehilangan nafsu makan dan tidak kunjung mencapai target kenaikan berat badan yang diharapkan, berkonsultasilah kepada dokter kandungan agar dapat diberikan penanganan yang dibutuhkan.
Makanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.
BacaDiabetes melitus atau kencing manis bukan hanya soal gula darah tinggi saja. Penyakit ini juga menyimpan ancaman serius yang jarang disadari banyak orang. Ya, diabetes bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bahkan berujung pada kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sejak dini
BacaTertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
BacaSerangan Jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kita untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan jantung sejak dini. Dengan melakukan deteksi dini kita dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung secara dini.
BacaPernahkah Anda atau orang terdekat mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah? Hati-hati, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis
BacaPernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.
Baca