Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Nikmati Kelezatan Tanpa Lonjakan Gula dan Kolesterol
Tips Mengontrol Gula Darah dan Kolesterol

Makanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

dr. Andi Wahyudi, Sp.PD (dokter Spesialis Penyakit Dalam) di Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah, mengatakan “konsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan kolesterol. Bila tidak dikendalikan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan menyebabkan penurunan kesadaran dalam kasus ekstrem.”


Dampak Konsumsi Tinggi Gula dan Lemak pada Tubuh

1. Lonjakan Gula Darah dan Kolesterol

Makanan manis dan berlemak dapat menyebabkan kadar gula darah serta kolesterol meningkat drastis dalam waktu singkat. Lonjakan ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan kadar tersebut. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu resistensi insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, serta merusak sistem kardiovaskular.

2. Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau sering disebut sebagai “kolesterol jahat”, dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak yang mempersempit atau menyumbat aliran darah. Akibatnya, risiko terkena serangan jantung dan stroke meningkat secara signifikan.

3. Penurunan Kesadaran

Dalam kasus yang sangat berat, lonjakan kadar gula yang ekstrem bisa menyebabkan gejala serius seperti pusing, lemas, dan bahkan penurunan kesadaran. Hal ini dapat berbahaya, terutama jika terjadi saat sedang beraktivitas atau berkendara.


5 Tips Mengontrol Gula Darah dan Kolesterol

Agar sahabat harbun tetap bisa menikmati hidangan favorit tanpa khawatir lonjakan gula darah dan kolesterol berlebihan, Sahabat Harbun bisa menerapkan beberapa tips sederhana berikut ini:

1. Batasi Makanan dan Minuman Manis

Hindari konsumsi berlebihan makanan dan minumam seperti sirup, kue kering, kolak, atau minuman bersoda. Cukup ambil sedikit untuk mencicipi, dan hindari ngemil terus-menerus. Gula yang tinggi dalam darah akan membuat tubuh cepat lelah dan tidak segar.

2. Perbanyak Konsumsi Serat

Makan sayur dan buah segar sangat dianjurkan karena kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Serat juga membantu sistem pencernaan tetap sehat. Sertakan sayur dalam setiap kali makan dan pilih buah sebagai camilan sehat.

3. Patuh Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Bagi yang sudah didiagnosis memiliki diabetes atau kolesterol tinggi dan mengonsumsi obat, sangat penting untuk tetap disiplin dalam minum obat. Jangan menghentikan atau mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

4. Aktif Bergerak

Setelah makan besar, usahakan untuk tidak langsung duduk atau tidur. Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai, membersihkan rumah, atau membantu pekerjaan dapur. Aktivitas fisik membantu tubuh memproses gula dengan lebih efektif dan menjaga metabolisme tetap lancar.

5. Pilih Makanan dengan Gizi Seimbang

Cobalah mengatur piring makan agar mengandung sumber protein (ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe), serat (sayur dan buah), lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan) dan hindari terlalu banyak santan atau minyak.


Khusus untuk Penderita Diabetes dan Kolesterol Tinggi

Jika Sahabat Harbun memiliki riwayat penyakit diabetes atau kolesterol tinggi, maka kewaspadaan harus lebih tinggi. Jangan tergoda menyantap makanan secara berlebihan, dan usahakan tetap memonitor kadar gula darah atau kolesterol secara berkala.

Bila Sahabat Harbun mengalami gejala seperti pusing mendadak, lemas berlebihan, nyeri dada, Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Lebih baik mencegah sejak dini daripada menyesal kemudian.

Nikmati Hidangan Favorit dengan Bijak

Menjaga kesehatan bukan berarti harus menghindari makanan favorit sepenuhnya. Yang terpenting adalah mengelola porsi, memilih jenis makanan yang lebih sehat, dan menjaga gaya hidup aktif. Dengan langkah-langkah sederhana ini, Sahabat Harbun dapat menikmati hidup dengan lebih sehat dan terhindar dari risiko lonjakan gula darah serta kolesterol tinggi. Nikmati makanan dengan bijak. Tubuh sehat adalah investasi jangka panjang.

Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.


dr. Andi Wahyudi, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam)
Senin, Selasa, Rabu, Jumat - Pukul 08.00 - 10.00 WIB

 

Informasi selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :

Call Center                           : 08001503363
Whatsapp                             : 085381338887
Telegram                               : 
@rshblampung_bot
Facebook Messenger   : 
@rshblamteng
Chat Web                             : rshb-lampung.co.id

Booking Online                 : Aplikasi Harbun-Q

 

Sumber :

https://www.instagram.com/reel/DHlQHxXzA8I/?igsh=MWN2eXdibzduejZ1ZQ==

https://www.rstheresia.com/art6.html

https://www.halodoc.com/artikel/ini-bahaya-konsumsi-makanan-lebaran-berlebihan-untuk-lansia



Kapan Harus ke Dokter Jiwa?

Masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.

Baca
Sakit Perut Sebelah Kanan?

Pernahkah Anda atau orang terdekat mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah? Hati-hati, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis

Baca
Waspada Kegawatdaruratan pada Anak

Kegawatdaruratan adalah kondisi yang mengancam nyawa anak. Penting bagi orang tua untuk memahami dan mengenali kondisi ini agar bisa cepat menentukan Tindakan Apakah anak harus segera dibawa ke IGD, Apakah cukup ke poliklinik, Atau dapat ditangani sendiri di rumah. Karena sejatinya, orang tua adalah “dokter pertama” di rumah, yang paling awal mengetahui ada yang tidak beres pada anak.

Baca
Batuk Tak Kunjung Sembuh?

Pernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.

Baca
Skrining Covid-19, siapa takut?

“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.

Baca
Waspada! Diabetes Bisa Merusak Retina dan Sebabkan Kebutaan

Diabetes melitus atau kencing manis bukan hanya soal gula darah tinggi saja. Penyakit ini juga menyimpan ancaman serius yang jarang disadari banyak orang. Ya, diabetes bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bahkan berujung pada kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sejak dini

Baca