dr. M. Yusran, M.Sc, Sp. M (Vitreo Retina)
Dokter Spesialis Mata Konsultan Vitreo Retina RS Harapan Bunda Lampung Tengah
mengatakan “Diabetes
atau kencing manis menyebabkan kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh
darah kecil di seluruh tubuh, termasuk di retina. Retina memiliki banyak
pembuluh darah kecil yang rapuh. Saat kadar gula darah tinggi, pembuluh darah
tersebut bisa bocor, pecah, atau bahkan tersumbat.”
Akibatnya:
Semua kondisi tersebut dapat berujung pada kebutaan
permanen jika tidak segera ditangani.
Banyak pasien baru menyadari ada masalah ketika penglihatannya
sudah kabur atau hilang. Padahal, retinopati diabetik awalnya sering tidak
bergejala. Kerusakan biasanya dimulai di pinggir retina, sehingga tidak
langsung memengaruhi penglihatan pusat. Karena itu, setiap orang yang
didiagnosis diabetes disarankan untuk segera memeriksakan mata meskipun
belum ada keluhan pada mata.
Sebelum melakukan
Tindakan, pasien akan dilakukan pemeriksaan menggunakan OCT (Optical
Coherence Tomography) Alat scan yang dapat melihat lapisan retina secara
detail untuk mendeteksi kebocoran atau pembengkakan.
Penanganan
retinopati diabetik di RS Harapan Bunda, dilakukan secara menyeluruh:
Dokter spesialis mata akan
berkolaborasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mengontrol gula
darah, tekanan darah, dan kolesterol pasien.
Digunakan untuk menghentikan atau mencegah perdarahan lebih lanjut. Prosedur ini singkat, sekitar 10 menit, dan tidak memerlukan rawat inap.
Semakin dini kelainan terdeteksi, semakin mudah
pengobatan dilakukan, dan semakin besar peluang untuk mencegah kebutaan. Jangan
tunggu sampai ada keluhan kabur baru periksa mata. Segera lakukan pemeriksaan
retina begitu didiagnosis diabetes dan kontrol rutin sesuai anjuran dokter. “Karena
mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Deteksi dini adalah kunci untuk
mencegah kebutaan akibat diabetes,” pesan dr. M. Yusran, M.Sc, Sp. M (Vitreo
Retina)
Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.
dr. M. Yusran,
M.Sc, Sp.M (Vitreo Retina) Dokter Spesialis Mata Konsultan Vitreo Retina
Selasa 13.00 – 15.00 WIB
Jumat 13.00 – 15.00 WIB (Khusus Tindakan)
Sabtu 10.00 – 13.00 WIB
Informasi
selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :
Call Center :
08001503363
Whatsapp :
085381338887
Telegram : @rshblampung_bot
Facebook Messenger : @rshblamteng
Chat Web :
rshb-lampung.co.id
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Musim hujan yang disertai banjir tidak hanya membawa dampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga pada kesehatan kulit. Air banjir yang kotor dan tercampur berbagai bahan berbahaya dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari yang ringan hingga berat.
BacaUlkus mata adalah luka yang terjadi pada permukaan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan bola mata. Meskipun tampak sepele, kondisi ini tergolong serius karena bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan.
BacaMakanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.
BacaKegawatdaruratan adalah kondisi yang mengancam nyawa anak. Penting bagi orang tua untuk memahami dan mengenali kondisi ini agar bisa cepat menentukan Tindakan Apakah anak harus segera dibawa ke IGD, Apakah cukup ke poliklinik, Atau dapat ditangani sendiri di rumah. Karena sejatinya, orang tua adalah “dokter pertama” di rumah, yang paling awal mengetahui ada yang tidak beres pada anak.
BacaBekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.
BacaTertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
Baca