Kapan Sebaiknya Pasien Stroke Memulai Rehabilitasi?
Menurut dr. Dewi Nur Fiana, Sp.KFR., FIPM (USG)., AIFO-K, MS(K) Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, rehabilitasi medik pada pasien stroke dapat dimulai saat pasien masih dirawat di rumah sakit maupun setelah pulang. Namun, jenis dan waktu pelaksanaan rehabilitasi harus disesuaikan dengan kondisi pasien.
Macam-Macam
Bentuk Rehabilitasi Medik pada Pasien Stroke
Rehabilitasi medik bagi pasien
stroke sangat beragam, tergantung pada keluhan dan kebutuhan pasien. Beberapa
jenis rehabilitasi yang umum dilakukan antara lain:
Faktor Penting yang Menentukan Keberhasilan Rehabilitasi
Dr. Dewi Nur
Fiana, Sp.KFR., FIPM (USG)., AIFO-K, MS(K) menekankan bahwa semua jenis terapi
penting, tetapi kondisi kognitif pasien memiliki peranan besar dalam menentukan
keberhasilan rehabilitasi. Jika pasien masih dapat memahami instruksi dan
memiliki memori yang cukup baik, peluang untuk kembali berdiri, berjalan, dan
beraktivitas seperti sebelum stroke akan jauh lebih besar.
Kesimpulan
Rehabilitasi medik bukan hanya membantu pasien stroke untuk bisa bergerak kembali, tetapi juga mengembalikan fungsi tubuh sehingga kualitas hidup pasien dan keluarganya dapat membaik. Dengan dukungan tim medis dan program rehabilitasi yang sesuai, pasien stroke dapat mencapai kondisi fungsional yang optimal.
Lengkapi
kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.
dr. Dewi Nur Fiana, Sp.KFR., FIPM
(USG)., AIFO-K, MS(K)
Rabu, Jum’at, : 13.00 WIB – 15.00 WIB
Sabtu : 09.00 WIB – 11.00 WIB (Khusus Tindakan)
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Musim hujan yang disertai banjir tidak hanya membawa dampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga pada kesehatan kulit. Air banjir yang kotor dan tercampur berbagai bahan berbahaya dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari yang ringan hingga berat.
BacaPernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.
BacaTertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
BacaMakanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.
BacaNyeri lutut adalah keadaan dimana sendi lutut terasa nyeri dan keadaan ini bisa terjadi di segala usia. Sebagian besar nyeri lutut dapat ditangani sendiri di rumah dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Baca“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.
Baca