Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Tertelan Duri Ikan?
Jangan Panik, Ini yang Harus Kamu Lakukan!

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Tertelan Duri Ikan?

Saat duri ikan tersangkut di tenggorokan, biasanya muncul gejala-gejala seperti:

  • Rasa nyeri atau tertusuk saat menelan
  • Sensasi mengganjal di tenggorokan
  • Dalam kasus lebih berat: nyeri hebat, sulit bernapas, atau bahkan sesak napas

Gejala-gejala ini muncul karena duri ikan bisa melukai dinding dalam tenggorokan atau menusuk lebih dalam ke jaringan sekitar.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Banyak orang mencoba mendorong duri ikan dengan makanan keras  seperti nasi dan pisang. Selain itu, ada juga yang mencoba mengorek tenggorokan dengan jari atau alat lain. Sayangnya, tindakan ini justru berbahaya karena bisa menyebabkan duri terdorong makin dalam, sehingga bisa melukai jaringan tenggorokan dan meningkatkan risiko infeksi. Membuat duri semakin sulit dijangkau oleh dokter, atau bahkan menyebabkan luka yang lebih parah.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Selain keluhan nyeri atau rasa tertusuk, ada kondisi yang mengharuskan Anda segera ke fasilitas kesehatan, antara lain:

  • Rasa tertusuk atau nyeri saat menelan yang menetap
  • Sesak napas
  • Demam
  • Bengkak pada leher

Durasi waktu juga penting: jangan menunggu terlalu lama. Sebaiknya ke dokter segera setelah merasa ada duri tersangkut, apalagi jika duri tidak hilang dalam beberapa jam. Hal ini penting karena duri yang tidak segera dikeluarkan dapat menyebabkan infeksi atau bahkan abses leher dalam yang berbahaya. 

Bagaimana Dokter THT Menangani Kasus Ini?

Di poliklinik atau IGD, dokter THT biasanya akan melakukan pemeriksaan menggunakan prosedur bernama laringoskopi. Laringoskopi adalah tindakan medis untuk melihat langsung ke dalam tenggorokan, terutama area faring (tenggorokan bagian atas), tonsil (amandel), hingga laring (kotak suara).

Ada dua jenis laringoskopi:

  • Laringoskopi tidak langsung (indirect): dilakukan di poliklinik menggunakan kaca khusus atau alat endoskopi fleksibel.
  • Laringoskopi langsung (direct): dilakukan di ruang operasi dengan pembiusan, biasanya jika duri sulit dijangkau atau pasien sulit bekerja sama.

Jika duri ikan masih terlihat saat pemeriksaan, dokter akan segera mengambilnya menggunakan alat khusus seperti forceps (penjepit).

Apa Risiko Jika Tidak Ditangani?

Duri ikan yang tidak segera dikeluarkan dapat menimbulkan komplikasi serius, antara lain:

  • Luka dan peradangan di jaringan tenggorokan
  • Infeksi yang menyebar ke jaringan lebih dalam
  • Abses leher dalam, yaitu penumpukan nanah yang bisa membahayakan jalan napas
  • Jika mengenai pembuluh darah besar, bahkan dapat menyebabkan perdarahan yang serius

Karena itu, penting untuk tidak menunda pemeriksaan ke dokter THT. Ingat, penanganan cepat dan tepat oleh tenaga medis sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jadi, selalu waspada saat makan ikan dan jangan ragu untuk konsultasi ke dokter jika mengalami keluhan!

 

Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.

dr. Dewangga Leonita, Sp. T.H.T.B.T.K.L

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala Leher

Rabu, Jum’at, Minggu             : 09.00 WIB – 11.00 WIB

 

Informasi selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :



Call Center                              : 08001503363

Whatsapp                                : 085381338887

Telegram                                 : @rshblampung_bot

Facebook Messenger             : @rshblamteng

Chat Web                                : rshb-lampung.co.id

Booking Online                       : Aplikasi Harbun-Q

Bumil Hilang Nafsu Makan?

Kehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.

Baca
Kapan Harus ke Dokter Jiwa?

Masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.

Baca
Nyeri Punggung Bawah

Bekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.

Baca
Rehabilitasi Pasca Stroke

Stroke bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan kondisi keluarga pasien. Meskipun fase kritis stroke telah berlalu, banyak pasien yang tetap mengalami kesulitan untuk berjalan, makan, atau bergerak, terutama jika pasien adalah tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, rehabilitasi medik menjadi langkah penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi tubuhnya.

Baca
Deteksi Dini Penyakit Jantung

Serangan Jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kita untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan jantung sejak dini. Dengan melakukan deteksi dini kita dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung secara dini.

Baca
Skrining Covid-19, siapa takut?

“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.

Baca