Usus buntu adalah organ kecil yang berbentuk seperti kantong sempit dan terletak di antara usus halus dan usus besar. Ketika terjadi infeksi atau peradangan pada organ ini, kondisi tersebut disebut sebagai apendisitis atau radang usus buntu. Radang usus buntu termasuk salah satu kasus kegawatdaruratan di bidang pencernaan yang cukup sering terjadi, dan dapat berbahaya bila tidak segera ditangani.
Gejala utama radang usus buntu biasanya berupa nyeri di perut kanan bawah yang muncul secara tiba-tiba atau terasa menetap. Selain itu, dapat disertai keluhan lain seperti:
Gejala-gejala ini sering kali muncul mendadak dan dapat memburuk dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ini sedini mungkin.
Hingga saat ini, penyebab pasti radang usus buntu belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini sering berkaitan dengan sumbatan pada saluran usus buntu, yang dapat dipicu oleh:
Meskipun usus buntu tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risikonya dengan konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah, agar buang air besar lebih lancar. Minum air putih yang cukup setiap hari. Batasi makanan pedas dan makanan berpengawet yang dapat mengiritasi saluran pencernaan Dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang, kita dapat menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus membantu mencegah risiko terjadinya radang usus buntu.
Masih banyak anggapan bahwa penyakit radang usus buntu bisa sembuh dengan sendirinya. Faktanya, Jika radang usus buntu sudah akut, penanganan utama yang direkomendasikan adalah operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi) yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi serius, seperti pecahnya usus buntu yang bisa mengancam nyawa.
Pada beberapa kasus yang bersifat kronis atau dengan gejala ringan, operasi bisa saja ditunda dan dokter dapat meresepkan antibiotik untuk sementara waktu. Namun, penilaian ini sepenuhnya harus dilakukan oleh dokter
Radang usus buntu adalah kondisi yang termasuk kegawatdaruratan medis. Jadi, apabila muncul gejala seperti nyeri perut kanan bawah yang menetap, disertai mual, muntah, demam, atau gangguan buang air besar, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Dengan mengenali gejala, mengetahui penyebab, serta menerapkan pola hidup sehat, kita dapat mencegah serta mendeteksi radang usus buntu lebih cepat.
Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.
dr. M. Sodiq N., Sp.B
Dokter Spesialis Bedah
Senin - Kamis : 07.30 WIB - 08.30 WIB dan 13.00 WIB - 14.00 WIB
Informasi selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :
Call Center : 08001503363
Whatsapp : 085381338887
Telegram : @rshblampung_bot
Facebook Messenger : @rshblamteng
Chat Web : rshb-lampung.co.id
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Bekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.
BacaMusim hujan yang disertai banjir tidak hanya membawa dampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga pada kesehatan kulit. Air banjir yang kotor dan tercampur berbagai bahan berbahaya dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari yang ringan hingga berat.
BacaNyeri lutut adalah keadaan dimana sendi lutut terasa nyeri dan keadaan ini bisa terjadi di segala usia. Sebagian besar nyeri lutut dapat ditangani sendiri di rumah dan tidak memerlukan penanganan khusus.
BacaTertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
BacaPuasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.
BacaPernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.
Baca