Mengapa Duduk Lama Bisa Menyebabkan Nyeri Punggung?
Pekerja kantoran biasanya duduk lebih dari 4 jam sehari. Posisi duduk yang tidak sesuai yanhg dilakukan terus-menerus membuat otot-otot tulang belakang menjadi tegang dan mudah mengalami kelelahan. Ketegangan otot inilah yang kemudian menimbulkan nyeri di area punggung bawah. Jika dibiarkan, nyeri punggung ini bisa berkembang menjadi keluhan menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Faktor Lain yang Memperparah Nyeri Punggung
Selain postur duduk yang kurang baik, ada beberapa faktor lain yang dapat memperburuk nyeri punggung, di antaranya:
Kombinasi faktor-faktor ini membuat risiko nyeri punggung semakin tinggi, terutama pada pekerja kantoran yang kurang memperhatikan gaya hidup sehat.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter bila:
Kesimpulan
Nyeri punggung bawah adalah masalah umum pada pekerja kantoran, terutama akibat duduk lama dengan posisi yang tidak sesuai. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup bila tidak ditangani dengan baik.
Dengan memperbaiki postur duduk, melakukan peregangan, dan rutin berolahraga, nyeri punggung dapat dicegah sejak dini. Namun, bila keluhan terus berlanjut dan memberat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan tepat.
Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.
dr. Dharmawita, Sp.S
Dokter Spesialis Saraf
Senin, Rabu : 15.00 WIB - 17.00 WIB
Selasa, Kamis. : 14.00 WIB - 16.00 WIB
Informasi selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :
Call Center : 08001503363
Whatsapp : 085381338887
Telegram : @rshblampung_bot
Facebook Messenger : @rshblamteng
Chat Web : rshb-lampung.co.id
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Pernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.
Baca“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.
BacaPernahkah Anda atau orang terdekat mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah? Hati-hati, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis
BacaMasalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.
BacaStroke bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan kondisi keluarga pasien. Meskipun fase kritis stroke telah berlalu, banyak pasien yang tetap mengalami kesulitan untuk berjalan, makan, atau bergerak, terutama jika pasien adalah tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, rehabilitasi medik menjadi langkah penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi tubuhnya.
BacaSerangan Jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kita untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan jantung sejak dini. Dengan melakukan deteksi dini kita dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung secara dini.
Baca