Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Nyeri Lutut Saat Bekerja
Cidera saat Bekerja

Nyeri lutut adalah keadaan dimana sendi lutut terasa nyeri dan keadaan ini bisa terjadi di segala usia. Sebagian besar nyeri lutut dapat ditangani sendiri di rumah dan tidak memerlukan penanganan khusus. Kondisi nyeri lutut ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Cedera yang menyebabkan kerusakan pada tulang rawan, ligamen atau kerusakan tendon
  • Penyakit tertentu seperti osteoartritis, penyakit asam urat dan tendonitis
  • Perdarahan pada sendi
  • Infeksi seperti artritis septik

Gejala-gejala yang dialami oleh penderita nyeri lutut ditentukan oleh penyebab dasarnya. Ada beberapa gejala yang menyertai nyeri lutut seperti:

  • Pembengkakan
  • Lutut yang terasa kaku dan tidak bisa diluruskan
  • Bunyi gemeratk pada lutu terutama ketika sedang digerakkan
  • Kulit lutut berubah warna menjadi kemerahan dan panas jika disentuh
  • Lutut tidak stabil dan menjadi lemas
  • Demam

Jika gejala nyeri lutut yang Anda alami termasuk pada gejala yang sudah disebutkan diatas maka sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter agar dokter dapat memeriksa keadaan Anda secara langsung dan melakukan berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan rontgen lutut, dan pemeriksaan lainnya jika diperlukan. Dengan ebgitu dokter dapat memberikan Anda pengobatan yang tepat. Anda juga sebaiknya melakukan tips-tips di bawah ini  untuk mengurangi jika sudah mengalami nyeri lutut menurut dr. Dewi Nur Fiana, Sp. KFR Spesiali kedokteran Rehabilitasi dan Fisik Rumah Sakit Harapan Bunda

  • Perhatika berat badan
    Karena berat badan yg berlebihan akan membebani kerja lutut
  • Gunakan alat bantu jalan
    Biasanya kita menggunakan kaki dominan kanan untuk berjalan, maka di bantu dengan tongkat. Agar tidak membebani kaki sebelah kanan dan memper parah nyeri. Jika menaiki tangga usahakan menggunakan kaki yg sehat, bila turun menggunakan kaki yg sakit terlebih dahulu.
  • Menggunakan toilet duduk
    Sebaiknya menggunakan toilet duduk agar tidak membebani lutut. Karena bila menggunakan toilet jongkok akan membebani lutut.
  • Melakukan latihan fisik secara rutin
    Latihan penguatan otot paha dan latihan peregangan

Video Terkait

Nikmati Kelezatan Tanpa Lonjakan Gula dan Kolesterol

Makanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

Baca
Nyeri Punggung Bawah

Bekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.

Baca
Batuk Tak Kunjung Sembuh?

Pernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.

Baca
Skrining Covid-19, siapa takut?

“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.

Baca
Menyiasati Minum Obat saat puasa

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Baca
Kapan Harus ke Dokter Jiwa?

Masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.

Baca