Nyeri lutut adalah keadaan dimana sendi lutut terasa nyeri dan keadaan ini bisa terjadi di segala usia. Sebagian besar nyeri lutut dapat ditangani sendiri di rumah dan tidak memerlukan penanganan khusus. Kondisi nyeri lutut ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
Gejala-gejala yang dialami oleh penderita nyeri lutut ditentukan oleh penyebab dasarnya. Ada beberapa gejala yang menyertai nyeri lutut seperti:
Jika gejala nyeri lutut yang Anda alami termasuk pada gejala yang sudah disebutkan diatas maka sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter agar dokter dapat memeriksa keadaan Anda secara langsung dan melakukan berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan rontgen lutut, dan pemeriksaan lainnya jika diperlukan. Dengan ebgitu dokter dapat memberikan Anda pengobatan yang tepat. Anda juga sebaiknya melakukan tips-tips di bawah ini untuk mengurangi jika sudah mengalami nyeri lutut menurut dr. Dewi Nur Fiana, Sp. KFR Spesiali kedokteran Rehabilitasi dan Fisik Rumah Sakit Harapan Bunda
Tertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
BacaMasalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.
BacaUlkus mata adalah luka yang terjadi pada permukaan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan bola mata. Meskipun tampak sepele, kondisi ini tergolong serius karena bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan.
BacaPuasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.
BacaStroke bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan kondisi keluarga pasien. Meskipun fase kritis stroke telah berlalu, banyak pasien yang tetap mengalami kesulitan untuk berjalan, makan, atau bergerak, terutama jika pasien adalah tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, rehabilitasi medik menjadi langkah penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi tubuhnya.
BacaMakanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.
Baca